(Lebih afdol sambil dengerin lagunya)
Ku tuliskan kenangan
tentang caraku menemukan dirimu
Tentang apa yang membuatku mudah berikan hatiku padamu
Takkan
habis sejuta lagu untuk menceritakan cantikmu
Kan teramat panjang puisi tuk menyuratkan cinta ini
Masihkah kamu ingat Starla awal kita bertemu, kita betemu
disebuah applikasi anonym yang saat itu sedang zamannya. Biasa saja awalnya seperti
saat aku chat dengan anonym lainnya hingga
tanpa aku sadari ternyata aku meladenimu hingga berminggu-minggu kemudian.
Kamu sosok yang sangat menyenangkan dan ceria yang selalu
melontarkan candaan garing namun dibalik layar hp ini senyumku selalu
mengembang, hingga kita bertukar sosial media dan sepakat untuk bertemu namun
kamu dengan keras kepalanya menolak untuk bertemu dengan alasan yaitu “kamu itu
ganteng nanti ketemu sama aku yang butiran jasjus ini ngerasa zonk deh” tapi
memangnya yang keras kepala cuma kamu doang? Akhirnya dengan segala bujuk rayu
kita sepakat untuk bertemu.
Sepanjang hari dipertemuan pertama kita terasa menyenangkan
atau setiap bersamamu memang terasa menyenangkan?mungkin. Masih segar di
ingatanku waktu itu kamu berkata “nanti kalo aku mau bikin rumah pokoknya harus
kamu yang desain sama yg bikin.. biar murah biayanya” sambil cengar cengir.
Hari itu kamu terlalu banyak senyum tanpa kamu tau kalau senyummu menular
kepadaku.
Aku pernah berfikir
tentang hidupku tanpa ada dirimu
Dapatkah lebih indah dari yang kujalani sampai kini
Aku
selalu bermimpi tentang indah hari tua bersamamu
Tetap
cantik rambut panjangmu meskipun nanti tak hitam lagi
Sejujurnya
aku gak pernah mau memikirkan gimana kalau aku gak ketemu sama kamu, karna
setelah hubungan yang cukup lama kita jalani ini kamu sudah tahu bukan
bagaimana masa laluku. Aku anak yang tak diinginkan oleh orangtuaku sendiri,
mereka memuja kakakku.
Aku yang
selalu berusaha agar selalu diperingkat pertama agar mereka memujiku seperti
kakakku, aku yang selalu berusaha memenangkan piala dan sejenisnya dibidang
akademik untuk membuat mereka bangga dan aku yang terus mengasah bakat
menggambar dan bermain piano milikku untuk membuat mereka memandangku. Tapi
ternyata semua yang aku lakukan sia-sia hanya bibi Mar yang memperhatikanku
bahkan merekapun tidak pernah mengajakku makan dimeja yang sama, semua hanya
berputar di kakakku hingga saat mereka meninggal karna kecelakaan entah aku harus senang
atau sedih.
Bersama kamu
Starla aku merasakan apa yang harus kurasakan; senang, merasa dibutuhkahkan dan
yang paling penting merasa dicintai. Kamu perlu tau Starla apapun yang terjadi
tetaplah disampingku karna cuma kamu satu-satunya yang aku miliki dan kamu juga
harus tau seluruh kepercayaanku telah aku serahkan untuk kamu genggam.
Aku memang
selalu bermimpi untuk menikah denganmu, mempunyai anak dari kamu yang mungkin
nanti memiliki senyum menyenangkan sepertimu, menikmati hari tua sambil melihat
kesuksesan anak-anak kita, atau bahkan mungkin menyaksikan cucu kita beranjak
dewasa. Aku akan mewujudkannya bersamamu Starla.
Bila habis sudah waktu
ini tak lagi berpijak pada dunia
Telah
aku habiskan sisa hidupku hanya untukmu
Dan telah habis sudah cinta ini tak lagi tersisa untuk dunia
Karna tlah ku habiskan
sisa cintaku hanya untukmu
Starla, cinta
yang aku punya seluruhnya hanya untukmu saat ini mungkin nanti akan terbagi
dengan anak kita hehe. Aku pernah berjanji untuk bekerja di daerah
tempatmu berkuliah dan pindah ketika kamu lulus nanti dan sekarang aku
menepatinya.
Masih terekam
jelas binar bahagiamu ketika aku mengabarkan aku diterima bekerja di daerahmu
dan dengan cerianya kamu berkata “mulai hari ini Semarang jadi kota kedua yang
menyenangkan setelah Jakarta, kamu tau kenapa?” aku menggeleng saat itu “soalnya
ada kamu dikota ini hehe” seperti biasa senyum cengar-cengirmu tak pernah
lepas.
Aku bahagia
bertemu dan memilikimu Starla, sampai detik ini pun aku selalu bersyukur kepada
Tuhan karena telah dipertemukan denganmu. Kamu adalah prioritas kedua ku
setelah Tuhan. Aku tidak akan membuat kamu kecewa dan sedih karna buat apa aku
membuatmu kecewa dan sedih disaat hanya kamu lah anugrah yang diberikan Tuhan
kepadaku setelah apa yang telah ku lewati dulu.
Starla, aku
berjanji akan mendesain dan membangun rumah untuk kita nantinya seperti apa
katamu disaat kita pertama kali bertemu.
Starla, aku
mencintaimu tanpa tersisa satupun untuk yang lainnya, karna kamu berkali-kali
lebih berharga dari apa yang ada di dunia ini untukku.
Starla,
tetaplah bersinar seperti namamu dengan senyum menawanmu itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar