Cuma ingin mencurahkan apa yang sedang dirasakan.
Kata-kata "jangan terlalu cinta sama orang lain, karna orang yg paling kamu cinta itulah kadang yg bisa memberimu rasa sakit lebih dalam" adalah kata-kata yang tadinya gue merasa biasa saja, tapi sekarang gue ngerti dan setuju sepenuhnya dengan itu.
Kadang kita terlalu banyak menaruh ekspetasi terhadap yang tersayang, apabila sikapnya ternyata tidak memenuhi ekspetasi kita perasaan marah dan kecewa timbul.
Kadang juga ketika kita lihat yang tersayang disakiti oleh orang lain baik verbal atau fisik, kita seakan ikut sakit dan hancur juga secara bersamaan.
Ketika ia bahagia kita ikut bahagia, melihatnya sedih turut bersedih, ingin melindungi, sakit, suka duka dialami bersama. Satu sama lain merasakan itu dengan kadar yang mungkin berbeda.
Perasaan-perasaan semacam itulah yang sebenarnya gue hindari. Perasaan semacam lemah, sedih marah yang ditimbulkan dari yang tersayang. Dahulu gue ga pernah merasakan perasaan semacam itu yang cukup kuat, sehingga soal perasaan hampir jarang gue terlibat.
Dan sekarang ketika gue terlibat cukup dalam dengan perasaan semacam ini, gue sadar. Sakit, sumpah sakit banget kalau kita liat dia sakit/sedih. Tapi super duper bahagia liat dia senyum dan tertawa. Tidak seharusnya gue menggantungkan perasaan semacam ini ke orang lain, namun apa daya untuk saat ini gue belum bisa melawan.
Gue putusin buat menikmati sakit yang membuat derai air mata mengucur, juga senang tak terkira yang datang menghampiri.
